Banjir bandang Garut hampir seminggu berlalu, tapi keadaan warga korban bencana masih butuh bantuan. Perkampungan sudah mulai membaik, puing-puing sisa bencana sudah hampir selesai dirapikan oleh TNI, SAR, dan warga sekitar korban bencana.
"Kalau TNI yang turun tangan semua pasti selesai, kerjanya tidak setengah-setengah." Puji Dr. Joko yang datang bersama Dr. Syaif pada hari kedua pelayanan kesehatan Islamic Medical Service bekerjasama dengan BMH.
Pelayanan kesehatan gratis kembali dibuka pada 25 september di kampung cimacan. Beberapa relawan datang ke posko kesehatan karena luka di kaki dan tangan mereka akibat paku dan beling saat sedang merapikan rumah warga dari puing dan lumpur. Dokter dan tim medis sigap melayani mereka, pertolongan pertama langsung dilakukan. Membersihkan luka mereka dan merawatnya serta memberi obat agar luka cepat sembuh.
"Bagus kang ada posko disini, Alhamdulillah. Kalau ada yang luka seperti saya ini cepat ditangani." Ujar Maman, 34 tahun Relawan dari Hitbut Tahrir yang datang dari Bandung untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga.
Hingga tengah hari sudah 27 pasien yang berhasil ditangani, masyarakat masih sibuk merapikan rumah tinggal mereka sehingga masih banyak yang belum sempat datang mengikuti pelayanan kesehatan.