Jumat, 15 April 2016

Perayaan Kelulusan Anak Bangsa

Cara merayakan kelulusan sekolah mungkin menggambarkan keadaan serta kualitas dunia pendidikan atau bahkan keseluruhan dari bangsa. Lulus tentu memberikan suatu kebanggaan, jika siswa telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Telah selesai menjalani ujian dan mendapatkan pembekalan untuk mengarungi kehidupan sebagai seorang yang dewasa.

Mencoret-coret pakaian saat mendapatkan kabar kelulusan merupakan budaya anak Indonesia yang tidak jelas kapan pertama kali muncul dan apa manfaat dibalik kegiatan coret-coret seragam itu. Jika kita menggunakan logika bukankah mereka telah menghina seragam kebanggaan mereka dengan mengotorinya. Siapa yang suka jika kebanggaannya dihina tapi mengapa mereka sendiri yang menghina kebanggaannya?

Lambang yang tertera dikantong baju, celana abu-abu penuh kenangan, dan warna putih yang seharusnya menggambarkan hati mereka yang telah berhasil lulus malah dicoreng dengan cat-cat pilox. Harusnya kala lulus warna putih ada dihati dan dituliskan dengan pengalaman dan keberhasilan yang dicapai pada masa depan.

Jelas berbeda dengan negara lain, misal saja Malaysia para siswa merayakan kelulusan dengan menggunakan kebaya rapi dengan penuh syukur wajar negara mereka kini jadi lebih rapi dan teratur tidak tercoret-coret oleh pilox korupsi yang mencolok. Jika ingin melihat negara ini rapi dan tidak lagi dipenuhi oleh coretan yang berantakan maka ubahlah budaya perayaan kelulusan yang layak. Jika tidak mereka yang sedang mencoret-coret kebanggaannya itu jika berkuasa di negeri ini maka wajar saja akan mencoret-coret wajah bangsa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar